Waduk Indonesia Menyimpan Cerita Horor

Waduk di Indonesia yang Menyimpan Cerita Horor

Waduk adalah danau bikinan yang dipakai untuk simpan air, selain itu setiap daerah memiliki Cerita Horor Waduk Indonesia. Nyaris tiap wilayah mempunyai waduk yang jadi selaku tempat rekreasi.

Panoramanya yang menarik dengan situasi tenang membuat pelancong kerasan lama-lama.

Waduk Indonesia Menyimpan Cerita Horor

Dibalik keelokan waduk, tersisip cerita seram yang membuat bulu kuduk berdiri. Ingin tahu dimana? Yok, baca beberapa Waduk Indonesia Menyimpan Cerita Horor di bawah ini!

  • Sosok gaib namanya Mbah Jawer beritanya jadi penguasa Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur jadi salah satunya tujuan rekreasi Purwakarta. Tidak itu saja, waduk ini jadi sorga untuk beberapa pemicu. Tiap hari, beberapa ribu pemicu bertandang ke Jatiluhur.

Baca Juga: Tempat Wisata Di kota Yang Sepi

Mereka memancing di tengah-tengah danau dengan menumpang di keramba jala apung punya petani, atau cukup di pinggir danau dengan sewa gubuk berbentuk rakit. Satu perihal yang jelas, beberapa pemicu tidak boleh sesekali berbicara sompral dan congkak, jika tidak pengin pulang dengan tangan kosong tanpa membawa seekor ikan juga. Malahan, bila berani berbicara sompral, bisa saja akan nahas.

Kenyataannya, modernisasi tidak melekangkan satu dogma. Figur mistik ini tidak lain ialah Mbah Jawer! Pada saat tertentu, kabarnya, ia sering memperlihatkan diri. Tampil ke atas danau dengan muka yang berjengger dibagian dahinya.

Ternyata Mbah Jawer ialah penjelmaan dari jabang bayi yang kemarin, nun jauh saat sebelum waduk Jatiluhur dibuat, dibuang oleh ke-2 orang tuanya. Namanya dogma, narasi ini mengucur dari mulut ke mulut. Dari angkatan ke angkatan. Jika ada yang akui pernah menyaksikan kemunculan Mbah Jawer, itu narasi dari mulut ke mulut. Siapa orang yang pernah menyaksikan figur Mbah Jawer, masih susah bila dijelajahi.

Kabarnya, waktu subuh si bayi dihanyutkan ke sungai Citarum subuh hari, ia diambil oleh dedemit penguasa Citarum. Selanjutnya ia diasuh dan dipiara.Tidak terang apa si jabang bayi diasuh pada keadaan masih hidup atau telah wafat. Dari narasi yang tersebar, bayi itu yang selanjutnya dikenali selaku Mbah Jawer. Kehadiran danau Jatiluhur memang tidak dapat dilepaskan dengan sungai Citarum.

Sakit hati karena dibuang dan dicampakkan oleh ke-2 orang tuanya, Mbah Jawer simpan sakit hati kesumat.

Karena itu, pada beberapa tahun awalnya waduk Jatiluhur bekerja, warga dusun itu pantang memakai transportasi air saat akan melancong ke dusun lain. Mereka cenderung pilih transportasi darat yang memerlukan waktu dan jarak yang semakin lama dan panjang. Bila warga dusun menyalahi larangan, karena itu nahaslah yang didapatkan. Misalkan, perahu yang mereka naiki terjungkal.

Seiring waktu berjalan, makin lama larangan itu sirna. Sekarang warga dari dusun berasal dari orang tua Mbah Jawer bebas wara-wiri berperahu riang. Dan mereka selamat. Tetapi demikian, dogma Mbah Jawer lagi hidup. Beberapa pemicu dan wisatawan yang telah dengar mengenai dogma Mbah Jawer, tidak akan berani berbicara sompral saat ada di teritori waduk Jatiluhur.

Kenyataannya, hampir tiap tahun ada orang yang terbenam dan meninggal di waduk ini. Sejumlah besar korban susah diketemukan walau team SAR menyisir lakukan penelusuran. Umumnya korban akan tampil sendirinya sesudah tiga sampai lima hari setelah itu. Apa bencana ini terkait dengan keberadaan Mbah Jawer? Wallahualam bissawab!

  • Di Waduk Wates, Madiun, kerap ada kemunculan makhluk gaib seperti kakek tua.

Bendungan di Desa Wates, Dusun Kebonagung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur simpan narasi seram. Masalahnya tempat menyeramkan ini selalu mengonsumsi korban.

Ada kejadian di bendungan itu berlangsung Tiga karyawan project yang raib terbenam di bendungan itu diketemukan, sesudah masyarakat setuju mengadakan ritus dengan melarung tiga ekor ayam putih hidup-hidup dan kembang telon (bunga tiga warna).

Yakin atau mungkin tidak, satu jam berlalu, tiga karyawan itu diketemukan seputar jam 17.00 Wib. Walau sebenarnya team kombinasi telah lakukan penelusuran semenjak jam 11.00 Wib dan tidak juga mendapatinya. Tetapi, tiga karyawan asal Ponorogo itu diketemukan pada keadaan tidak bernyawa.

Alex Susanto yang disebut Kepala Dusun Kebonagung menjelaskan, ritus melarung tiga ayam putih hidup-hidup itu diadakan sesudah mendapatkan anjuran dari beberapa sesepuh dusun di tempat. Karena di tahun 2008, langkah yang serupa dikerjakan sampai orang yang raib terbenam waktu itu, diketemukan.

Dari data yang terdaftar di dusun, telah ada sembilan orang yang terbenam di bendungan menyeramkan itu. Dan tiap penelusurannya, selalu menyertakan acara ritus larung ayam putih hidup-hidup.

Menurut sesepuh dusun, lanjut Alex, dilarungnya ayam purih ke bendungan itu diperuntukkan selaku persembahan sesaji untuk si penunggu bendungan.

“Umumnya untuk sesajen yang menanti bendungan. Tempo hari, saya berbasahan sebab turut berenang cari korban,” tutur Alex.

Dari narasi yang berkembang di masyarakat di tempat, Bendungan Wates itu dinanti oleh makhluk gaib yang sering menjelma jadi seorang kakek tua. Tetapi si penunggu dipercayai tak pernah mengusik masyarakat di tempat. Korban terbenam, rerata masyarakat di luar wilayah.

  • Waduk Sermo, Yogyakarta, ini adalah sisa pusara yang terbenam bersama beberapa desa disekelilingnya

Waduk Sermo, Kulon Progo, Jawa tengah yang disahkan oleh Presiden Soeharto 20 November 1996, sekarang sudah jadi tujuan rekreasi favorite masyarakat di tempat bahkan juga pelancong. Bukan hanya sebab panoramanya yang cantik, cerita menakutkan mengenai pusara nenek moyang yang ada di tengah-tengah waduk, jadi daya magnet tertentu.

Sekitar 100 kepala keluarga ditransmigrasikan ke Tidak Toi Bengkulu dan 7 KK ditransmigrasikan ke Perkebunan Pokok Rakyat (PIR) Kelapa Sawit, Riau.

Narno, sopir perahu rekreasi waduk Sermo menjelaskan bila dia dan keluarganya terhitung penghuni dusun Sermo yang perlu bedol dusun itu.

Narno juga menceritakan ke pelancong yang naiki perahunya mengenai riwayat waduk Sermo. Diantaranya narasi bedhol dusun di tahun 1996 lalu hingga membuat semuanya yang ada pada desa berpindah. Terhitung, pusara nenek moyang yang berada di Sermo.

  • Waduk Cirata, Purwakarta, kerap nampak figur pria memiliki tubuh besar yang diselimuti kobaran api.

Tidak ada yang lebih menakutkan saat kita mengulas mistis Waduk Cirata yang ini. Selaku perairan luas, sudah pasti ada selalu dogma berkenaan makhluk gaib yang menanti Waduk Cirata. Bahkan juga, sebagian orang akui pernah saksikan secara langsung bentuk penunggu Waduk Cirata ini.

Makhluk halus berbentuk semacam ini biasa diberi nama Banaspati.

Bentuk hantu Banaspati ini terlihat seperti manusia api yang berjalan dengan tangan sedang ke-2 kakinya ada di atas. Kadang Banaspati dapat tampil seperti bola api.

Meskipun nampak tidak begitu menakutkan, Banaspati ialah makhluk gaib yang garang dan beresiko. Beberapa warga yakini jika hantu ini bisa mencederai manusia dengan menjulurkan lidahnya yang disanggupi api hingga bisa menyebabkan cedera bakar di badan manusia.

  • Waduk Saguling di Bandung kabarnya jadi posisi kerajaan gaib.

Masyarakat seputar banyak yang mengaku jika kerap menyaksikan figur kemunculan di waduk saguling ini. Walau figur makhluk astral itu tidak nampak terang. Tetapi dari beberapa pembicaraan dan beberapa saksi yang pernah merasakan, dipercaya jika figur itu ialah figur makhluk lembut yang seperti wanita.

Di Waduk saguling kerap dikerjakan rutinitas memancing oleh banyak masyarakat seputar. Tetapi banyak dipercayai jika di waduk saguling ada ikan setan. Ikan setan yang ada diwaduk saguling kabarnya mempunyai beberapa ciri dengan mata yang merah berpijar dan mempunyai gigi taring.

Jangan sampai bawa pulang ikan itu bila kalian sedang memancing di waduk saguling dan memperolehnya. Bila kalian bersikeras bawa pulang, karena itu anda dapat sakit atau memperoleh musibah.

Ada pula hal unik sekitar keangkeran waduk saguling, sempat tersebar berita jika di bawah landasan waduk saguling ada kerajaan ghaib. Kabarnya kerajaan ghaib ini dapat disaksikan oleh mata batin. Betul atau tidaknya, tidak ada sumber tepat yang saya jumpai mengenai sekitar hal itu.

Pada pembangunan waduk saguling tahun 1985 ini, kedengar berita jika banyak beberapa karyawan yang wafat. Lalu apa ada hubungan dengan kerajaan ghaib yang dikisahkan ada di landasan waduk saguling ini? “Wallahualam”.

Dogma dan mistis menyebar luas, kabarnya beberapa puluh karyawan yang wafat waktu pembangunan waduk saguling, “arwahnya gentayangan dan jadi penghuni tempat itu”.

Saya masyarakat Bandung asli tidak pernah mendapati hal aneh di waduk saguling. Tulisan ini diambil dari kesaksian dan dogma yang menyebar dari mulut ke mulut.

Yakin atau mungkin tidak itu kembali ke diri semasing. Bisa narasi ini cuman dogma semata, atau riil. Sebab bahwasannya kehidupan manusia itu berdampingan dengan jin dan makhluk lain.

Dari beberapa Cerita Horor Waduk yang dikenali paling menyeramkan di Indonesia, yang mana membuat kamu ingin tahu? Tidak perlu takut mendatanginya, yang perlu masih jaga sikap dan norma yang bagus ya.